Merancang Ide

Saya sering mendapati khayalan saya yang tidak beraturan, berantakan dan acak-acakan. Seperti saya ingin menuliskan tentang kuliner, tetapi malah yang terpikirkan adalah wanita cantik anggun dengan tampilan kosmetik tradisional nusantara. Bisa dibayangkan apabila terjadi pada diri saya. Seorang wanita muda memiliki bisnis makanan, tetapi juga bisnis kosmetik. Tentu kedua jenis dunia ini sangat terkait bagi seorang ibu rumah tangga yang sukanya bersolek dan memiliki banyak uang.

Wal hasil, saya memilih untuk mengerjakan keduanya dengan tengat dan disiplin waktu yang telah ditentukan. 

Saya menganggap diri saya adalah seorang arsitek yang sedang membangun istana bagi kerajaan saya sendiri. Maka saya harus sedetail mungkin mengerjakan spasi demi spasi, ruang demi ruang dengan sangat teliti dan hati-hati menentukan bahan dan pengerjaannya. 

Ruang tulisan kuliner yang ingin saya tulis saya anggap sebagai dapur misalnya. Dimana dapur istana yang cantik harus luas ruangnya. Karena dapur merupakan area penting dikunjungi oleh para pelayan untuk menyiapkan hidangan kerajaan dan juga tamu-tamu kehormatan kerajaan. Maka di sana harus memiliki kekuatan cita rasa apabila seseorang datang dan berkunjung ke sana.

Demikian seseorang yang ingin membagikan tulisannya mengenai dunia kuliner. Ia harus melakukan uji coba resepnya berkali-kali hingga paten dan memastikan resep yang ditulis adalah resep paten miliknya yang apabila dicobakan oleh pembaca tidak akan mengalami kegagalan. Selanjutnya, yang perlu diperhatikan juga adalah jenis foto kuliner. Bagaimana konsep awalnya? Apakah resep kuliner yang ditulis merupakan resep kuliner warisan nenek moyang, atau resep kuliner praktis ala cafe?

Bila penulis menginginkan menulis resep kuliner ala cafe, maka ambillah gambar kuliner yang mencerminkan resep ala cafe. Dengan background yang mencerminkan bahwa pengunjung kafe akan menyukai resep makanan yang Anda buat. Dengan kata lain, gambar yang dibuat akan sesuai dengan tema kebutuhan. Perhatikan juga bentuk saat buku tersebut telah di print dalam bentuk hard copy. Apakah memukau pembaca atau tidak? Berikan alasan mengapa pembaca harus membeli buku Anda yang sangat penting itu?

Kemudian tulisan mengenai kosmetik. Dapatkah Anda membayangkan seorang yang berwajah kusam akan berbinar-binar begitu membaca buku resep yang Anda buat. Oleh karena itu, dalam penulisan buku kosmetik, alangkah baiknya Anda konsep sebagaimana sebuah rumah kecantikan yang begitu ramah melayani pelanggannya. Seorang perempuan datang membawa kain dan menyapa hangat pelanggannya lalu memijat punggung sebelum mereka melakukan treatment facial. Lalu spa, lalu meni pedi. Demikian ulasan yang Anda buat, dapat mencontoh kehangatan kondisi demikian.

Setelah hal-hal tersebut terjadi, sebelum orang lain mengadakan uji coba tips-tips jitu Anda, saya sangat menyarankan untuk dilakukan pada diri Anda sendiri. Apakah resep-resep tersebut berhasil atau tidak?

Anda juga dapat membuka kontak dengan pembaca. Sehingga apabila pembaca buku Anda merasa bingung dengan resep tersebut, dapat mudah menghubungi Anda. 

Salam

Badriyah Harun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s