MERAMU CITA RASA KATA

Banyak buku-buku yang membahas mengenai hipnoterapi agar pembaca terbius oleh kata-kata penulis. Namun sebagai penulis, saya lebih memilih memastikan kata yang disukai oleh pembaca yang memiliki cita rasa kata yang digemari oleh pembaca.

Kata-kata yang baik adalah kata-kata yang mudah difahami oleh pembaca. Dengan demikian, sebagai penulis Anda dapat menentukan siapa pembaca Anda. Misalkan segmen pembaca Anda adalah anak-anak kecil yang akan suka membaca dongeng. Maka ajaklah mereka bermain dengan dunia mereka sendiri. Berikan mereka bumbu-bumbu moral yang tidak menggurui dan tidak mengajarkan mengenai kekerasan. Bawalah mereka satu persatu untuk bermain di taman hati yang sedang Anda buat. Bila mereka telah terjerat hatinya, mereka akan senang sekali membaca tulisan Anda dan akan datang berkali-kali pada taman Anda yang begitu mengesankan.

Demikian mereka yang menyenangi buku-buku humor. Ajaklah mereka tertawa mengikuti gaya bahasa Anda. Bayangkan mereka akan tertawa terjungkal-jungkal karena tertawa, wajah mereka akan menjadi merah karena menahan perut yang mulai terkocok oleh gaya tulisan Anda. Namun bila Anda “tidak mampu” membawa pembaca Anda ke dalam alam kelucuan, maka jangan coba-coba membawanya. Karena jelas akan menjadi sangat tidak lucu.

RAZIA PAK POL

Ini pengalaman ane, gan! Ketilang! Meskipun ane ketilang, tapi yang apes Polisinya gan. Kalau agan pernah lewat Gramedia Sudirman Yogyakarta dan di depannya ada kantor Polisi, disitulah keapesan Polisi yang nilang ane terjadi. Waktu itu hujan deras. Ane sama temen ane, kaga tau kalau jalan itu hanya searah. Nah kami berdua nerobos jalan itu. Singkat kata singkat cerita kami di tangkap dan ditilang. Kami digelandang ke kantor Polisi yang kecil itu. Tau-taunya, motor yang dikendarai temen ane itu adalah motor pinjeman yang gak dibawa STNKnya. Rempongnya, temen ane yang bawa motor ternyata gak bawa SIM juga. Huwaaaa!!! Kami berdua tetap mempertahankan agar motor itu gak ditilang. Kami minta kebijakan Polisi sampe melas-melas gitu deh. (sambil nangis juga). Trus Polisinya ngajakin damai. Tapi apa yang terjadi, uang yang kami janjikan untuk perdamaian ternyata gak ada. dompet kami berdua di copet di Malioboro. Yaudah kami berdua nangis bombay. Nah Polisinya yang kebisingan, nyuruh kami untuk segera keluar dari posnya.*

*Ngakak gan. Kalo gak ngakak, ane koprol 5000 kali (dalam mimpi)

Ane masih punya gan pengalaman tilang di tempat yang sama. Tetapi bukan ane gan. Temen ane, si semprul. Dia kira gak ada polisi. Dia nrabas aja. Ternyata ada om Pol sedang berdiri di balik pohon gede. Pas temen ane ditanya, “mbak gak liat ada rambu kalau di sini adalah jalan searah?

“Liat Pak!”

“Trus kenapa dilanggar?”

“Karena saya kira gak ada bapak!”

“Gubrrrrak!” Polisinya langsung Rest In Peace.

(huwakakakakak, ngakak gan. Ane dah makan cabe sekarung sambil ngakak kepedesan)

Demikian juga pembaca yang menginginkan semangat membara setelah membaca buku Anda. Berikan kata-kata motivasi untuk menulis. “Tinta yang paling tipis sekalipun, akan mengalahkan ingatan yang paling tajam. Maka menulislah!”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s