Menakar Idealisme dan Kemauan Pasar

Banyak sekali rekan-rekan penulis yang akhirnya tiba-tiba berhenti menulis karena tulisan yang diinginkan tidak sama dengan keinginan penerbit. Pada umumnya penerbit menginginkan buku-buku yang memiliki nilai jual yang tinggi sebagaimana kemauan pasar.

Misalnya buku yang sedang laris di pasar adalah buku yang membahas mengenai peluang usaha. Penerbit akan memburu buku-buku tersebut dari penulis yang memiliki data akurat mengenai peluang usaha yang laris manis serta aplikatif. Namun seorang penulis yang sedang membahas filosofi cinta dan bagaimana rasa cinta bisa terjadi diantara manusia, akan merasa enggan menulis hal yang demikian. Ia merasa tidak sesuai dengan jiwa penulisannya.

Sebenarnya telah ada solusi bagi penulis yang masih tetap mempertahankan idealismenya dan tetap menerbitkan buku. Yaitu dengan self publishing yang akhir-akhir ini telah banyak peminatnya. Tentu saja akan sangat berbeda cara dan prosedurnya saat kita mengajukan naskah kepada penerbit. Mengenai self publishing akan saya bahas pada bab yang lain.

Lain halnya bila Anda memilih solusi menulis agar lebih banyak dibaca oleh orang banyak dengan pengetahuan-pengetahuan praktis. Seperti panduan ibadah praktis, panduan penggunaan program-program komputer yang praktis, pengetahuan hukum praktis, dan sebagainya termasuk juga peluang usaha yang praktis. Tentu saja hal ini merupakan hal yang dinanti banyak orang.

Sebagai penulis buku-buku praktis, sebagaimana buku-buku saya yang saya terbitkan pada Pustaka Yustisia Yogyakarta, saya pun masih memiliki keinginan menulis sebuah buku yang merupakan buku masterpiece yang membahas mengenai hukum sebagai sumbangsih pemikiran saya terhadap cakrawala hukum di Indonesia.

Dalam benak saya, buku yang masih dalam jangkauan pemikiran dan angan-angan saya, akan menjadi buku rujukan semua fakultas hukum di Indonesia dan juga rujukan hukum internasional. Bagaimana dunia internasional memandang pemikiran-pemikiran dan perenungan-perenungan saya tentang hukum, tentu menjadi cita-cita terbesar saya.

Dengan demikian, sebelum cita-cita besar itu terlaksana, sambil mengumpulkan bahan dan pengetahuan, saya menuliskan hal-hal yang praktis terlebih dahulu. Bila dalam pelaksanaan hal-hal praktis tersebut menemui masalah, maka akan saya gali  kembali dengan teorinya. Tidak berhenti sampai di situ. Saya akan mencari teori yang pas untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Itu artinya, untuk mewujudkan sebuah idealisme bagi penulis pemula, haruslah berjuang perlahan-lahan mempelajari idealisme yang akan kita jual di pasar nantinya. Hal tersebut bukanlah kekeliruan. Dan tentu saja selalu ada solusi dalam mengatasi hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s